RANGSANG KEPEDULIAN WARGA TERHADAP LINGKUNGAN, DPUPR KOTA MALANG GELAR BAKTI BERSIH

Gerakan bakti bersih yang digalakkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  (DPUPR) Kota Malang makin gencar saja. Setelah di sepanjang Jalan S. Supriadi, Sukun, Minggu (29/4/2018), kini DPUPR mengadakan  bakti bersih  di Jalan Mergan Lori, Sukun, Jumat  (4/5/2018).

Bakti bersih ini bertujuan menyeimbangkan perencanaan teknokratis dengan partisipatif warga  dalam penanganan banjir yang terus terjadi saat musim penghujan. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang juga berharap partisipasi aktif dari masyarakat.  Bakti bersih di Mergan ini dihadirI oleh  Plt Camat Sukun I.K.  Widi, lurah beserta stafnya, satgas DPUPR, BPBD, pasukan kuning DLH. Mereka bergotong-royong  membersihkan gorong-gorong dan drainase serta sampah di wilayah RW 11 Kelurahan Tanjungrejo.

Kepala Bidang SDA dan Drainase DPUPR Ir Bambang Nugraha mengungkapkan, kegiatan kerja bakti tersebut merupakan kesepakatan antara pihak DPUPR Kota Malang dengan pengurus kecamatan dan kelurahan dalam rapat koordinasi sebelumnya. “Ada tiga titik sasaran berdasarkan usulan warga. Hakni sepanjang Jalan S. Supriadi untuk giat tanggal 29 April, daerah Mergan Lori pada 4 Mei, dan kawasan Jalan Raya Langsep untuk 6 Mei. Kami berharap hal positif ini menular ke wilayah yang lain” ucapnya.

Hari Widodo, koordinator satgas DPUPR, saat melakukan bakti bersih mengatakan, ada beberapa pekerjaan yang sesuai melalui proses awal pelaksanaan. Namun karena kurangnya rasa memiliki dan keperdulian terhadap lingkungan, gorong-gorong yang semula ada  ditutup dan tidak difungsikan lagi. “Bahkan seolah-olah dihilangkan,” ujarnya.

Menurut Hari, selain mengalirkan informasi program kerja DPUPR, bersama camat, pihaknya ingin juga menyerap beberapa aspirasi dari bawah atau masyarakat. “Dengan kegiatan ini, kami mengajak warga untuk mengerti kondisi yang sebenarnya di lapangan, tidak saling menyalahkan dan mencari pembenaran sendiri,” ujar Bengbeng, sapaan akrabnya.

Tidak tertutup kemungkinan pola-pola seperti itu dilakukan secara ajeg dan bergantian di kecamatan-kecamatan lainnya. DPUPR Kota Malang mengapresiasi positif respons tersebut.  Apalagi, hal ini tumbuh dari kesadaran warga. “Pekerjaan tidak akan membawa hasil maksimal kalau tidak diikuti dengan kesadaran untuk menjaga lingkungan,” tandasnya.  (MN).

Share

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *