RAIH NILAI A DI SAKIP 2018, DPUPR KOTA MALANG TETAP PACU KINERJA

Dalam suatu pekerjaan, memang perlu adanya sebuah penilaian. Baik itu pekerjaan administrasi, pengarsipan, maupun pekerjaan di lapangan. Tujuannya untuk mengukur kinerja dan capaian yang dikerjakan selama ini. Hal itu juga yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk menilai kinerja setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Caranya melalui sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan (SAKIP).
Penilaian SAKIP merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran, dan sistem pelaporan kinerja yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan. Dalam hal ini, setiap organisasi diwajibkan mencatat dan melaporkan setiap penggunaan keuangan negara serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.
Dan, salah satu OPD yang menerapkan SAKIP itu adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang. Yang membanggakan, OPD yang dinakhodai Ir Hadi Santoso ituย  tahun 2018 ini mendapat predikat atau nilai A. Raihan itu berarti peningkatan karena tahun kemarin mendapat nilai B+. Soni, panggilan akrabย  Hadi Santoso, ketika apel pagi di depan kantor DPUPR Kota Malang (Rabu, 4/5/2018) menyampaikan, capaian nilai SAKIP A merupakan hasil kerja keras semua komponen di DPUPR. “Alhamdulillah setelah tahun 2017 SAKIP kita mendapat nilai B+, kini tahun 2018 mendapatkan nilai A. Nilai ini adalah capaian tertinggi,” ujarnya.
Namun, Soni meminta semua komponen di DPUPR tidak lantas berpuas diri dengan raihan tersebut. Sebaliknya, DPUPR harus terus dan terus berupaya untuk memperbaiki kinerja. “Jangan jemawa dan cepat puas diri. Kita harus berani dan melaporkan apa adanya. Itu salah satu poin” ungkap dia.
Selain itu, SAKIP di dalamnya mewajibkan setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok. “Memang dipandang sangat perlu adanya pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Adanya sistem SAKIP juga mengubah pemahaman dari ‘berapa besar dana yang telah dan akan dihabiskan’ menjadi ‘berapa besar kinerja yang dihasilkan dan kinerja tambahan yang diperlukan’ agar tujuan yang telah ditetapkan pada akhir periode bisa tercapai,โ€ pungkas Soni.ย  (MN).

Share

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *