NIKMATI AKSES SANITASI 100 PERSEN , DPUPR KOTA MALANG GANDENG IUWASH PLUS

Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang telah berkomitmen menciptakan 100 persen akses sanitasi di semua rumah warga.  Komitmen yang dilakukan bersama berbagai pihak. Salah satunya USAID Indonesia Urban Water Sanitation and Hygine Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH Plus). Itu pun sudah mengalami banyak perkembangan. Setelah sebelumnya dibentuk UPT PALD yang khusus mengelola IPLT dan MSS, tahun ini rencananya akan dibangun satu unit IPLT dengan kapasitas 40 meter kubik per hari. Sebab, beberapa IPLT yang dimiliki sudah tak berfungsi lagi.

Sementara untuk meningkatkan kapasitas UPT PALD dalam pengelolaan IPLT, maka dilakukan beberapa langkah. Salah satunya adalah penyusunan data base pelanggan untuk mempersiapkan layanan lumpur tinja terjadwal (LLTT).

Hal itu disampaikan Kepala UPT Air Limbah DPUPR Kota Malang Ari Kuswandari Yusinta saat menyampaikan sambutan dalam FGD Mekanisme Penyusunan Data Base Pelanggan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di Kota Malang yang dilaksanakan bersama USAID IUWASH Plus dan pengusaha penyedia jasa penyedotan lumpur tinja beberapa hari lalu.

“Selama ini jasa penyedotan lumpur tinja di Kota Malang dilakukan oleh pihak swasta, maka perlu kerja sama antara Pemerintah Kota Malang dengan pengusaha jasa sedot lumpur tinja untuk membuat pendataan,” katanya.  Penyedia jasa penyedotan lumpur tinja dari sektor swasta ,menurut Ari, sangat berperan dalam mendukung pengolahan air limbah domestik di Kota Malang guna mewujudkan sanitasi aman. Terutama untuk menurunkan pencemaran lingkungan dan meningkatkan derajat kesehatan lingkungan.

Sebagai infornasi, program USAID IUWASH Plus merupakan program berdurasi lima tahun yang dirancang untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan akses air minum dan layanan sanitasi serta perbaikan perilaku higienis bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan di perkotaan.

Bekerja sama dengan berbagai lembaga, program ini menargetkan satu juta penduduk perkotaan yang mendapat akses kualitas layanan air minum yang layak. Saat ini 500 ribu di antaranya merupakan penduduk dengan 40 persen tingkat kesejahteraan terendah dari total populasi. Selain itu, program tersebut bertujuan meningkatkan 500 ribu penduduk perkotaan yang mendapat layanan sanitasi aman.  (MN).

Share

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *