11 KAMPUNG TEMATIK DI KOTA MALANG YANG BERHASIL DISULAP JADI TEMPAT WISATA

Keinginan Pemerintah Kota (PEMKOT) Malang untuk membuat kampung-kampung wisata mulai terwujud dengan munculnya 11 kampung tematik yang telah diresmikan, bekerjasama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang. Kesebelas kampung tematik tersebut perlahan menjadi simbol dan ikon baru bagi Kota Malang. Dan inilah 11 kampung tematik di Kota Malang tersebut.

1. Desaku Menanti.  Kampung wisata Desaku Menanti diresmikan pada Februari 2017 lalu. Diresmikannya kampung ini berhasil mengubah image kampung yang dihuni gepeng (gelandangan dan pengemis) yang sebelumnya melekat untuk kawasan ini.  Seratus topeng menjadi ikon kawasan ini.Kini kawasan ini ramai dikunjungi oleh wisatawan dan berhasil mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar. Terlebih adanya satu wahana baru yakni flying fox yang bisa semakin menarik wisatawan datang ke sini.

2. Kampung Warna-Warni Jodipan.  Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) pertama kali diresmikan pada September 2016 lalu. Kampung yang terbentuk atas inisiasi sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan berkat CSR dari PT Indana Paint kini berhasil menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan.
Wajahnya yang mirip dengan Rio de Janeiro Brazil perlahan membawa nama KWJ mulia mendunia. Begitu banyak spot foto yang instagramable di kawasan satu ini. Terlebih usai dibangunnya jembatan kaca yang menghubungkan kampung ini dengan Kampung Tridi.

3. Kampung 3D Kesatrian.  Sama halnya dengan KWJ, Kampung 3D (Tridi) juga terletak di bantaran Sungai Brantas. Bedanya, jika Kampung Warna-warni hanya dihiasi warna bak pelangi, Kampung Tridi dihiasi dengan gambar-gambar 3D yang instagramable. Tidak hanya wisatawan yang tertarik untuk datang. Bahkan Putri Indonesia dan anggota DPR RI Moreno Soeprapto pun menyempatkan berkunjung bersama sang istri.

4. Kampung 3G Gelintung.  Kampung ini menjadi salah satu kampung yang berhasil menembus kancah internasional. Dia berhasil mengharumkan nama Kota Malang dalam ajang pemilihan kota inovatif dunia di Guangzhou, China, beberapa waktu lalu. Gelintung berdasarkan inisiasi Ketua RW 23 Purwantoro Bambang Irianto berhasil menyulap kampung ini menjadi kampung konservasi air. Bahkan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan berkesempatan meresmikan Monumen Kampung Konservasi Air di Kelurahan Gelintung ini.

5. Kampung Biru Arema.  Kampung ini baru saja diresmikan pada awal Februari 2018. Masih dengan CSR dari PT Indana Paint, perkampungan satu ini dicat dengan warna dasar biru sesuai dengan warna ikon Arema. Kampung ini diharapkan menjadi salah satu jujugan waisatawan yang ingin mengetahui segala hal tentang Arema.

6. Kampung Payung.  Kampung Payung terbentuk karena mayoritas warganya adalah pembuat payung kertas. Sang legenda Mbah Rasimun dianggap sebagai orang pertama dan maestro di bidang pembuatan payung ini.

7. Kampung Sejarah Tawangsari.  Kampung ini diresmikan pada April 2017 lalu. Kampung sejarah Tawangari menyajikan berbagai cerita sejarah Kota Malang. Bahkan dalam rancangannya setiap tahun akan diadakan festival sejarah di tempat ini.

8. Kampung Keramat.  Kampung ini berada di RT 07 RW 03 Kelurahan Kasin. Jika berkunjung ke sini Anda akan merasakan suasana horor yang begitu kental. Maklumlah, segala macam wujud dedemit tergambar di dinding-dinding di kawasan ini. Nuansa horor akan bertambah karena kampung ini terletak di dekat salah satu kawasan pemakaman terluas di Kota Malang, yakni makam Kasin.
Menariknya terdapat 70 kepala keluarga (KK) warga RT 07 RW 03 yang menggunakan area makam sebagai tempat tinggal. Rencananya di kawasan ini nantimya juga akan dibangun museum kehidupan.

9. Kampung Putih.  Kampung Putih Klojen berada tepat di samping Rumah Sakit Saiful Anwar. Kampung ini juga terwujud berkat CSR dari PT Indana Paint. Kampung putih dibangun untuk menghapis image kotor dan kumuh pada kampung-kampung. Dan image tersebut berhasil diubah dengan sentuhan warna putih untuk lebih dari 100 rumah di kawasan ini. Waw, seperti di Santorini.

10. Kampung Budaya.  Kampung ini diberi nama Kampung Budaya Polowijen karena di kawasan ini ada sebanyak empat situs sejarah. Situs-situs tersebut seperti Sumur Windu Ken Deses, Situs Mpu Purwa, Situs Joko Lulo dan makam Mbah Reni dan Mbok i yang juga penggagas Topeng Malangan.

11. Kampung Sinau Sawojajar.  Kampung ini berada di RW 06 Kelurahan Sawojajar. Menempati balai RW 06, dibangunlah sebuah rumah baca yang kini memiliki sebanyak 500 koleksi buku dengan 250 judul buki. Kampung ini baru saja diresmikan pada akhir Januari lalu.

Share

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *